shape

Macam-macam Perban Luka

21 January 2023

Posted by : Yuyun Yuniar

Facebook Share Whatsapp Share Twitter Share Telegram Share

Sobat Salam, peralatan yang digunakan dalam proses penyembuhan luka mempunyai peran yang penting. Selain penggunaan alat yang steril, memilih jenis perban juga menjadi faktor pendukung dalam mempercepat luka sembuh.

Dari jenis luka yang berbeda, cara perawatan berbeda, jenis perban untuk menutupi setiap lukanya pun berbeda. Jenis perban tertentu memiliki fungsi untuk penyembuhan masing-masing jenis luka tersebut.

Seperti yang kita tahu, perban memiliki peranan untuk melindungi luka dari paparan kotoran dan bakteri yang dapat mengakibatkan infeksi. Namun masing-masing perban memiliki fungsi dan kegunaannya tersendiri dalam penanganan luka dan cedera.

Salah satu hal yang menjadi faktor pembeda pada setiap perban adalah tergantung pada kegunaannya membalut luka pada lokasi tertentu yang berbeda-beda.

Pemakaian perban yang tidak tepat dapat mengakibatkan kerusakan jaringan tubuh lebih lanjut sampai dengan risiko amputiasi loh Sob! Maka dari itu penting bagi kita untuk mengetahui jenis dan ukuran oerban serta teknik penggunaan perban pada luka.

Jenis Perban dan Fungsinya

Agar perawatan luka bisa optimall dan proses pemulihan luka berjalan lancar, penggunaan perban yang tepat juga menjadi perhatian khusus. Berikut ini beberapa jenis perban beserta fungsinya untuk pengobatan berbagai jenis luka, di antaranya :

  • Perban Strip

Penutup luka satu ini biasanya digunakan untuk menutupi luka kecil pada permukaan yang datar. Contoh luka kecil adalah seperti goresan, yang dapat dirawat menggunkan perban strip. Perban strip atau biasa disebut aid band ini berfungsi untuk mencegah area luka dari infeksi dan membantu penyembuhan.

Selain itu perban strip juga dapat membantu menghentikan pendarahan pada luka dangkal dan mencegah luka semakin parah. Lokasi yang tepat untuk pemakaian perban strip ini adalah pada bagian lutut, siku, dan tulang kering.

  • Perban Gulung

Jenis perban ini biasanya digunakan untuk membalut kapas di area luka untuk melindungi luka dan kenyamanan pembalutan luka. Penggunaan perban gulung ini umumnya akan dililit dengan kuat di area luka. Sehingga menghasilkan tekanan di sekitar area luka yang dapat membantu mengontrol pendarahan dan meningkatkan pembekuan darah.

Berikut jenis berban gulung yang umum dipakai untuk membalut luka :

  1. Perban Karlex adalah perban penyerao, tenunan yang longgar dan sesuia untuk permukaan ya g tidak rata seperti tangan, pergelangan, siku, bahi, pangkal paha, lutut, dan telapak kaki. Perban ini digunakan terutama untuk cedera pendarahan.
  2. Perban kasa adalah perban kain katun yang menyerap dan longgar. Yang digunakan terutama pada cedera pendarahan di lengan atas, lengan bawah, paha, dan kaki bagian bawah.
  3. Perban elastis adalah perban yang terdiri dari kain dan elastis sehingga memungkinkan pasien bergerak dengan mudah. Perban ini cocok digunakan apada bagian permukaan yang tidak rata dan dapat memberi tekanan merata pada area luka.
  • Perban Turbular

Luka pada jari tangan dan kaki umumnya diobati menggunakan oerban turbular karena bagian tubuh ini sering digunakan untuk beraktivitas. Bentuk perban ini terihat sangat mirirp dengan tabung hampa yang sangat idea untuk menutupi luka pada jari tangan dan kaki. Perban ini juga dapat digunakan untuk menjaga perban luka agar tidak bergeser.

  • Perban Segitiga

Fungsi perban segitiga digunakan untuk membuat gendongan dengan menopan anggota tubuh yang patah atau terluka. Biasanya digunakan untuk merawat lengan yang patah dan bahu terkilir. Selain itu perban ini dapat membantu mempercepat penyembuhan dengan membatasi pergerakan lengan yang terluka. Perban segitiga juga membantu menjaga pembalut luka untuk mengontrol pendarahan.

  • Perban Ujung Jari dan Buku Jari Tangan

Perban jenis ini diperlukan untuk melindungi ujung jari di sekitar jari yang sakit. Perban ini akan tetap melekat dengan aman pada kontur ujung jari. Balutannya dirancang agar dapat meregang dan tidak menghambat gerakan.

  • Sterile Burn Sheet

Perban ini dapat digunakan sebagai perawatan pertolongan pada luka bakar serius. Sterile Burn Sheet adalah perban anti air yang memberikan perindungan terhadap kontaminasi di udara dan mencegah kondisi luka memburuk.

  • Perban Tensor

Cedera karena tekanan dan keseleo yang merusak ligament dan serat ooto, biasanya dirawat dengan perban tensor. Perban tensor dilengkapi dengan dua klip logam yang menahan pembungkusnya agar tetap di tempat. Perban elastis ini dapat dikencangkan dengan mengontrol tekanan dan membatasi gerakan, agar dapat mengurangi pendarahan dan peradangan. Sehingga mengurangi kemungkinan memperburuk cedera.

Cara Menggunakan Perban yang Benar

Setelah mengetahui berbagai jenis perban, penting untuk mengetahui bagaimana cara menggunakan perban dengan benar. Berikut panduan menggunakan perban untuk membantu merawat luka:

  • Mencuci tangan.

Membersihkan tangan dengan air dan sabun adalah langkah pertama yang harus dilakukan untuk membantu menghindari infeksi.

  • Menghentikan pendarahan.

Perdarahan pada luka kecil atau goresan biasanya akan berhenti dengan sendirinya. Jika diperlukan, beri tekanan lembut menggunakan perban atau kain bersih dan angkat sampai perdarahan berhenti.

  • Membersihkan luka.

Membilas luka di bawah air mengalir untuk mengurangi risiko infeksi. Cucilah sekitar luka dengan sabun untuk membersihkan kotoran yang menempel (jangan langsung pada luka).

  • Mengoleskan antibiotik atau petroleum jelly.

Oleskan secara tipis-tipis salep antibiotik atau petroleum jelly untuk menjaga permukaan tetap lembap dan membantu mencegah jaringan parut. Bahan-bahan tertentu dalam beberapa salep dapat menyebabkan ruam ringan pada beberapa orang. Jika ruam muncul, hentikan penggunaan salep.

  • Menggunakan perban yang tepat.

Gunakan jenis perban yang sesuai untuk jenis luka untuk menutupi luka tetap bersih. Jika luka hanya berupa goresan kecil, biarkan saja terbuka.

  • Perhatikan lilitan perban.

Hindari membalut luka dengan kuat agar aliran darah tetap lancar dan menjaga sirkulasi udara pada era yang terluka. Perban elastis adalah pilihan yang bagus.

  • Ikat ujung perban.

Setelah membalut luka dengan kuat tapi tidak rapat, kencangkan ujungnya dengan melipatnya dan mengikat simpul di ujungnya. Perban juga dapat menggunakan peniti, pita, atau klip agar tidak longgar atau lepas.

  • Rutin mengganti perban.

Mengganti balutan perban setidaknya sekali sehari atau setiap kali perban basah atau kotor. Sobat juga bisa menggunakan perban antiair untuk menghindari basah.

Perhatikan tanda-tanda infeksi. Segera temui dokter jika melihat tanda-tanda infeksi pada kulit atau di dekat luka, seperti kemerahan, rasa sakit yang meningkat, berair, kehangatan, atau pembengkakan.

shape
shape