shape

Kenapa Lansia Sering Mengalami Depresi?

06 August 2022

Posted by : Yuyun Yuniar

Facebook Share Whatsapp Share Twitter Share Telegram Share
Kenapa Lansia Sering Mengalami Depresi?

Sobat Salam, seiring dengan bertambahnya usia imunitas tubuh pun akan menurun dan berbagai permasalahan kesehatan pun biasanya akan mulai bermunculan. Tidak hanya permasalah kesehatan fisik saja yang sering menghantui para lansia. Namun rupanya proses penuaan yang dialami pun membawa dampak bagi kesehatan mental orang berusia lanjut.

Usia yang panjang membuat lansia mengalami banyak perubahan dalam hidup. Situasi yang tidak sama lagi seperti saat masih produktif dahulu, terkadang menjadi faktor penyebab para lansia ini merasa kesepian.

Belum lagi pertambahan usia yang juga dapat melambatkan metabolisme dan perubahan fisik. Aktivitas yang dulunya diminati, bisa jadi tidak akan sama lagi jika dilakukan ketika usia sudah lanjut. Dan kondisi tersebut akan membuat lansia tidak nyaman untuk melakukan aktivitas tersebut kembali.

Penyebab Lansia Sering Depresi

Kenapa Lansia Sering Mengalami Depresi?
Source : otcdigest.id

Seiring bertambahnya usia dan banyak perubahan yang dialami oleh lansia, termasuk perubahan fisik terkadang membawa suasana hati lansia menjadi buruk. Perubahan hidup yang signifikan ini akhirnya dapat meningkatkan risiko depresi. Berikut beberapa penyebab yang kerap kali dikaitkan dengan penyebab depresi pada lansia :

1. Masalah Kesehatan

Penyakit yang dialami akan membawa dampak besar pada perubahan kualitas hidup dan fisik lansia. Misalkan jika lansia mengidap penyakit tertentu yang mengharuskan melakukan prosedur bedah atau operasi. Pastinya hal ini akan meninggalkan bekas kerusakan yang akan merubah bentuk tubuh. Belum lagi jika lansia mengidap penyakit kronis yang tak kunjung sembuh. Kondisi seperti ini akan membawa risiko besar lansia mengalami depresi.

2. Kesepian dan Rasa Terisolasi

Semakin bertambahnya usia, ruang lingkup lingkaran sosial pun akan semakin mengerucut. Baik dari anak-anak yang sibuk dengan keluarganya masing-masing, hingga ditinggalkan untuk selamanya oleh orang-orang terkasih seperti teman, saudara atau pasangan. Hal ini membuat mobilitas lansia semakin menurun dan sangat dapat memicu depresi.

3. Tujuan Hidup yang Tak Lagi Jelas

Umumnya mereka yang lansia berarti sudah memasuki masa pensiun dari profesinya terdahulu. Hal ini dapat menyebabkan hilangnya identitas, status, bahkan kepercayaan diri pada lansia dan dapat meningkatkan risiko depresi. Keterbatasan kapasitan fisik untuk melakukan berbagai macam aktivitas pun bisa memengaruhi lansia untuk mendapatkan tujuan hidup baru.

4. Ketakutan

Berbagai kondisi di atas tadi umumnya akan memicu munculnya ketakutan akan kematian, serta kecemasan masalah finansial atau pun kesehatan. Hal seperti ini juga berkontribusi menjadi penyebab depresi pada lansia.

5. Ditinggalkan Orang yang Disayangi

Kematian orang terkasih seperti pasangan, anggota keluarga lain dan teman pastinya akan membuat lansia menjadi sedih. Dari kesedihan ini akan memicu kesepian dan ketakutan yang dapat berujung depresi pada lansia.

Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat depresi ini dapat merusak kesehatan mental dan juga bisa membawa risiko buruk bagi kesehatan.

Penanganan Gejala Depresi pada Lansia

Kenapa Lansia Sering Mengalami Depresi?
Source : geriatri.id

Meski dalam kapasitas kemampuan fisik yang terbatas, namun sebenarnya lansia masih bisa untuk mempelajari keterampilan baru. Seperti mencoba kegiatan baru, atau membuat perubahan gaya hidup.

Hal ini dikarenakan otak manusia yang tidak pernah berhenti berubah. Meski di usia lanjut pun otak akan tetap dapat beradaptasi dengan ide-ide baru, sehingga membantu pencegahan depresi.

Cara mengatasi depresi ini umumnya akan melibatkan aktivitas-aktivitas baru yang disukai. Agar lansia dapat tetap aktif secara fisik maupun sosialnya. Dengan begitu mereka akan merasa terhubung dengan orang-orang.

Berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menangani gejala depresi pada lansia :

1. Tetap Terhubung

Meski lingkaran sosial pada saat lanjut usia sudah mulai mengerucut, bukan berarti lansia hanya dapat berdiam diri. Sebaiknya kita harus melawan kondisi tersebut dengan berusaha terhubung dengan orang lain. Bisa dengan mulai menjalin kembali silaturahmi dengan orang-orang yang sudah lama tidak berkomunikasi untuk bersosialisasi.

2. Pelihara Hewan

Memelihara hewan ternyata bisa membawa efek healing untuk mental lho! Hewan peliharaan bisa menemani lansia untuk melakukan aktivitas sehari-harinya seperti pada saat berjalan santai di sekitar lingkungan rumah. Selain itu dengan memerlihara hewan akan membuka peluang untuk dapat bertemu dengan penyuka hewan lain.

3. Berpergian

Cobalah untuk mengunjungi tempat-tempat yang menyenangkan untuk dikunjungi. Para lansia umumnya mempunyai waktu luang yang lebih banyak. Mungkin ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk mengunjungi tempat-tempat yang tidak sempat dikunjungi sewaktu muda. Yang dikarenakan aktivitas kesibukan saat itu yang tidak memungkinkan.

4. Terapkan Kebiasaan Sehat

Lansia identik dengan imunitas tubuh yang lemah. Imunitas tubuh yang lemah ini bisa diperbaiki dengan cara menerapkan pola hidup sehat dengan rutin berolahraga dan aktivitas lainnya. Selain itu lansia pun bisa menerapkan pola makan dengan gizi seimbang. Pola hidup dan pola makan yang sehat ini mempunyai dampak baik bagi kesehatan mental dan fisik.

Baca Juga Tingkatkan Imunitas Tubuh Lansia dengan Cara Ini

5. Fokus Membangun Spiritual

Waktu luang yang banyak mempunyai kebaikan tersendiri bagi lansia. Pasalnya dengan kondisi ini, seharusnya lansia bisa lebih fokus menjalankan ibadah tanpa gangguan. Dengan memperbanyak ibadah dan berdoa tentunya akan membuat suasana hati menjadi lebih baik.

Selain itu, ketakutan akan kematian dan kekhawatiran terhadap finansial akan dapat teratasi dengan mudah dengan peningkatan spiritual. Dan dengan kedekatan pada sang pencipta terjalin lebih kuat karena ibadah yang dilakukan. Dari situ lansia dapat menemukan makna baru dalam hidup.

Perawatan depresi pada lansia umumnya mempunyai prinsip yang sama dengan perawatan depresi pada usia muda. Namun seringnya depresi pada lansia ini diperparah oleh berbagai macam tantangan lainnya, seperti masalah kesehatan.

Merasa sendiri juga salah satu penyebab depresinya lansia loh Sob! Jadi jika Sobat memiliki orang tua/sanak saudara lansia, namun tidak memiliki waktu untuk menemani mereka, Layanan Perawatan Lansia Salam Homecare adalah solusinya! Dengan layanan perawat yang profesional yang selalu mengutamakan kenyamanan lansia. Khusus bulan ini juga ada promo menarik loh, yuk cek promonya dibawah ini sekarang!

shape
shape