shape

Antara Susu Sapi dan Susu Nabati

20 August 2021

Posted by : Admin

Facebook Share Whatsapp Share Twitter Share Telegram Share

Antara Susu Sapi dan Susu Nabati

Photo by kompas.com

Pencernaan anak kecil memang sensitif. Sedikit salah makan dapat menyebabkan diare atau muntah-muntah. Yang paling repot adalah ketika pencernaan seorang bayi menolak ASI. Padahal, ASI adalah satu-satunya sumber makanan bayi yang baru lahir. Penyebabnya tak lain tak bukan adalah intoleran terhadap laktosa. Lho, bukannya sebelumnya dijelaskan kalau dalam tubuh bayi yang baru lahir enzim laktasenya tinggi? Hal itu sangat benar, tapi sayangnya tidak bisa digenaralisasi demikian. Beberapa bayi lahir dalam keadaan kongenital alaktasia. Ini adalah sebuah keadaan klinis dimana enzim laktase nyaris tidak ada atau memang tidak ada sama sekali sejak lahir. Sistem pencernaan bayi yang lahir dengan penyakit ini akan menolak ≤ 100% ASI dari ibunya. Kalau begitu, darimana sumber makanan si bayi?

Tidak semua susu mengandung laktosa. Menjelang abad 21, tren susu nabati menjadi alternatif susu sapi. Kita dewasa kini mengenal susu nabati dengan nama susu soya, susu yang asalnya dari kacang kedelai. Hasil studi mengatakan kalau kalsium sejumlah yang sama dapat didapatkan dari susu soya yang difortifikasi. Susu soya ini tidak kalah kaya gizinya dengan susu sapi karena mengandung protein, magnesium, potassium, vitamin A dan pula vitamin B-12. Tapi perlu disayangkan kalau memang kandungan protein susu soya tidak sebesar pada susu sapi segar.

Harus diperhatikan kalau tidak semua susu soya bagus digunakan sebagai susu bayi. Yang menyebabkan konsumsi susu soya tidak semenyehatkan susu sapi segar dikerenakan banyak produsen susu soya membubuhkan ekstra gula. Bila dikonsumsi dalam jangka waktu panjang tanpa memperhitungkan keluar dan masuknya energi yang ditimbulkan dari ekstra gula, bisa-bisa diabetes malah berkembang dalam tubuh anak-anak pengonsumsinya.

Baca Juga Pentingkah Susu untuk Orang Dewasa?

Susu nabati lainnya yang agak asing di telinga orang Indonesia adalah susu almond, susu beras, dan susu kelapa. Sebagai alternatif susu sapi, susu ini sangat bagus untuk kesehatan. Almond pada susu almond sangat kaya kandungan lemak tidak jenuh, yang berarti mengonsumsi susu ini secara rutin akan memelihara jantung dan pembuluh darah kalian. Kelemahan dari susu ini adalah terlarang dikonsumsi untuk anak-anak di bawah 1 tahun dan juga bagi orang-orang yang alergi terhadap kacang kenari. Dokter anak menyatakan kalau susu ini tetap saja tidak bisa menggantikan ASI karena susu almond komersial telah ditambahkan senyawa kimia pengawet dan pemanis tambahan. Apabila kalian alergi terhadap laktosa, soya, dan almond, opsi susu nabati berikutnya adalah susu beras. Mungkin cukup aneh kedengarannya beras dijadikan susu oleh orang Indonesia tapi susu ini cukup terkenal di luar negeri yang sumber karbohidratnya bukan nasi seperti kita. Namun, lagi-lagi sayangnya susu ini juga tidak bisa menggantikan ASI. Bukan karena susu komersial beras mengandung pengawet dan pemanis buatan, melainkan arsenik organik. Akumulasi arsenik pada anak-anak bisa menyebabkan sakit pencernaan yang parah. Yang terakhir adalah susu kelapa. Mereka yang alergi terhadap laktosa, soya, dan almond bisa juga mengonsumsi susu berbahan kelapa. Biar begitu patut disayangkan kalau lagi-lagi susu alternatif ini tidak boleh diberikan pada bayi.

Jadi, susu alternatif mana yang boleh diberikan pada bayi dan anak-anak? Mengikuti perkembangan jaman, susu bayi formula sekarang tidak lagi dikelompokkan sebagai susu sapi atau susu soya saja. Sudah banyak beredar di pasaran susu absen laktosa yang terbuat dari kombinasi bahan-bahan nabati. Konsultasikanlah pada dokter anak, susu formula terbaik yang cocok dengan kesehatan anak.

Sumber: Tomar, B. S. 2014. Lactose Intolerance and Other Disaccharidase Deficiency || theconversation.com || hsph.harvard.edu || alodokter.com || sehatq.com

shape
shape