Bagaimana Cara Merawat Luka Tertutup?
16 February 2025
Posted by : Yuyun Yuniar

Sobat Salam, luka tertutup adalah luka yang biasanya berasal dari benturan keras dengan benda tumpul. Ciri-ciri luka ini ditandai dengan munculnya memar tanpa pendarahan.
Kondisi ini biasanya berdampak pada jaringan di bawah kulit. Kerusakannya bisa mencapai otot, organ dalam, dan tulang.
Selain akibat benturan dengan benda tumpul, beberapa kondisi lainnya bisa berisiko menimbulkan luka tertutup. Seperti, cedera atau keselakaan, luka memar bisa disebabkan juga oleh olahraga yang terlalu berat.
Luka memar terjadi ketika pembuluh darah kecil di bawah kulit rusak atau pecah. Sehingga darah merembes ke jaringan sekitarnya dan membeku.
Hal ini menyebabkan munculnya warna merah kehitaman atau kebiruan pada kulit. Kondisi ini berawal dari warna kemerahan yang menyebar semakin meluas, disertai dengan bengkak dan nyeri.
Baca juga, Pertolongan Pertama pada Luka Tusuk dan Cara Perawatannya
Berbeda dengan luka terbuka yang di tandai dengan rusaknya bagian epidermis kulit. Pada luka tertutup bagian epidermis tetap utuh namun jaringan di bawahnyalah yang terkena dampak kerusakan.
Jenis-jenis luka tertutup
Secara medis luka tertutup dibagi menjadi beberapa jenis tergantung pada tingkat kerusakan yang dialami.
Berikut ini adalah macam-macam luka tertutup yang umum dialami :
1. Hematoma (Memar Berisi Darah)
Hematoma adalah kumpulan darah yang terperangkap di dalam jaringan akibat pecahnya pembuluh darah kapiler. Biasanya terjadi akibat benturan keras, cedera olahraga, atau kecelakaan.
Menurut studi dari International Journal of Sports Medicine (Jones et al., 2020), hematoma dapat menyebabkan peradangan lokal yang menghambat proses penyembuhan, terutama jika terjadi di area otot besar. Gejalanya meliputi pembengkakan, perubahan warna kulit menjadi kebiruan, dan rasa nyeri saat disentuh.
2. Kontusio (Memar Biasa)
Kontusio adalah bentuk ringan dari hematoma yang terjadi akibat pecahnya pembuluh darah kecil di bawah kulit. Biasanya ditandai dengan perubahan warna kulit dari merah, biru, hijau, hingga kuning seiring waktu akibat pemecahan sel darah merah.
Penelitian dalam British Journal of Sports Medicine (Taylor et al., 2022) menyebutkan bahwa kontusio ringan umumnya tidak memerlukan perawatan medis khusus dan dapat sembuh dalam beberapa hari hingga minggu, tergantung tingkat keparahannya. Namun, pada kasus tertentu, pemulihan dapat dipercepat dengan terapi kompres dingin dan elevasi area yang cedera.
3. Cedera Jaringan Dalam (Deep Tissue Injury – DTI)
DTI adalah jenis luka tertutup yang mengenai lapisan dalam jaringan tubuh, seperti otot, fasia, atau bahkan tulang. Cedera ini biasanya terjadi akibat tekanan yang berlangsung dalam waktu lama, seperti pada pasien yang mengalami imobilisasi atau tekanan berlebih akibat penggunaan gips yang terlalu ketat.
Menurut Advances in Skin & Wound Care (Robinson et al., 2019), DTI sering terjadi pada pasien dengan risiko tinggi seperti lansia atau individu dengan kondisi kesehatan yang mempengaruhi sirkulasi darah, seperti diabetes. Jika tidak ditangani dengan baik, DTI dapat berkembang menjadi luka tekan (pressure ulcer).
4. Cedera Kompresi (Crush Injury)
Cedera kompresi terjadi ketika bagian tubuh mengalami tekanan berat dalam waktu lama, seperti tertimpa benda berat atau terjepit dalam kecelakaan. Luka ini dapat menyebabkan kerusakan serius pada otot, saraf, dan bahkan tulang.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of Emergency Medicine (Williams et al., 2021) menyebutkan bahwa cedera kompresi dapat menyebabkan sindrom kompartemen, yaitu kondisi di mana tekanan dalam otot meningkat secara signifikan hingga menghambat aliran darah dan berpotensi menyebabkan kerusakan jaringan permanen.
Baca juga, Perhatikan Waktu Mengganti Perban Ini Agar Luka Cepat Sembuh
5. Cedera Ligamen dan Tendon (Sprain & Strain)
Cedera ini terjadi akibat peregangan atau robekan pada ligamen (sprain) dan otot atau tendon (strain). Cedera semacam ini sering terjadi pada aktivitas olahraga atau kecelakaan yang menyebabkan gerakan sendi yang tidak normal.
Menurut studi dalam American Journal of Sports Medicine (Brown et al., 2022), cedera ligamen yang paling umum adalah sprain pada pergelangan kaki, sementara cedera strain sering terjadi pada otot paha belakang (hamstring strain). Pengobatan awal biasanya melibatkan metode R.I.C.E (Rest, Ice, Compression, Elevation) untuk mengurangi pembengkakan dan mempercepat pemulihan.
Cara Melakukan Perawatan Luka Tertutup
Luka tertutup, meskipun tidak menyebabkan robekan pada kulit, tetap memerlukan perawatan yang tepat untuk mencegah komplikasi seperti pembengkakan, perdarahan dalam, atau nyeri berkepanjangan. Perawatan yang efektif dapat membantu mempercepat penyembuhan dan mengurangi risiko cedera lebih lanjut. Berikut adalah beberapa langkah dalam merawat luka tertutup berdasarkan rekomendasi medis dan penelitian ilmiah.
1. Terapkan Metode R.I.C.E (Rest, Ice, Compression, Elevation)
Metode R.I.C.E sering digunakan untuk mengatasi cedera jaringan lunak akibat trauma tumpul, seperti memar, cedera ligamen, atau keseleo. Menurut American Journal of Sports Medicine (Brown et al., 2022), metode ini sangat efektif dalam mengurangi pembengkakan dan mempercepat penyembuhan.
- Rest (Istirahat): Hindari aktivitas yang dapat memperparah cedera. Mengurangi gerakan pada area yang cedera membantu mengurangi stres pada jaringan yang rusak.
- Ice (Kompres Dingin): Tempelkan es yang dibungkus kain atau kompres dingin selama 15–20 menit setiap 2–3 jam selama 48 jam pertama setelah cedera. Kompres es membantu mengurangi pembengkakan dan nyeri dengan menyempitkan pembuluh darah di sekitar luka.
- Compression (Tekanan Ringan): Balut area yang cedera dengan perban elastis untuk mengurangi pembengkakan, tetapi jangan terlalu ketat agar sirkulasi darah tetap lancar.
- Elevation (Posisi Lebih Tinggi): Angkat bagian tubuh yang cedera di atas ketinggian jantung untuk membantu mengurangi pembengkakan dan mempercepat proses penyembuhan.
2. Berikan Obat Anti-Inflamasi Jika Diperlukan
Obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen atau naproxen, dapat membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan pada luka tertutup. Studi dalam British Journal of Clinical Pharmacology (Taylor et al., 2022) menunjukkan bahwa penggunaan NSAID secara teratur dalam dosis yang aman dapat membantu mempercepat pemulihan cedera jaringan lunak.
Namun, penggunaan obat ini sebaiknya tidak berlebihan dan disesuaikan dengan anjuran dokter, terutama bagi individu yang memiliki masalah lambung atau gangguan pembekuan darah.
3. Hindari Pijat di Area Luka dalam 48 Jam Pertama
Banyak orang beranggapan bahwa memijat area yang memar dapat membantu mengurangi nyeri. Namun, menurut penelitian dalam Journal of Sports Medicine (Williams et al., 2021), pijatan pada luka tertutup dalam 48 jam pertama dapat memperburuk perdarahan dalam dan meningkatkan risiko pembengkakan.
Pijatan baru boleh dilakukan setelah peradangan mereda, biasanya setelah dua hingga tiga hari, dan harus dilakukan dengan tekanan ringan untuk membantu melancarkan sirkulasi darah tanpa memperburuk kondisi jaringan yang cedera.
4. Gunakan Salep atau Gel Arnica untuk Memar
Arnica montana, tanaman herbal yang digunakan dalam pengobatan alternatif, terbukti memiliki efek anti-inflamasi dan mempercepat penyembuhan memar. Studi dalam Advances in Therapy (Robinson et al., 2019) menunjukkan bahwa gel atau krim yang mengandung arnica dapat membantu mengurangi pembengkakan dan nyeri lebih cepat dibandingkan plasebo.
Namun, penggunaan arnica tidak boleh pada luka terbuka atau area kulit yang sensitif, karena dapat menyebabkan iritasi.
5. Konsultasikan dengan Tenaga Medis Jika Diperlukan
Jika luka tertutup tidak menunjukkan perbaikan atau semakin parah, mendapatkan perawatan medis profesional sangat disarankan. Beberapa cedera, seperti cedera kompresi berat atau sindrom kompartemen, dapat menyebabkan kerusakan permanen jika tidak ditangani dengan benar.
Untuk perawatan yang lebih aman dan praktis, Anda bisa menggunakan layanan Perawatan Luka di Salam Homecare. Tim perawat berpengalaman siap memberikan perawatan yang tepat langsung di rumah Anda, memastikan pemulihan yang optimal tanpa perlu repot ke rumah sakit atau klinik.
Baca juga, Si Kecil Terbentur, Jangan Panik Lakukan Pertolongan ini
Pertolongan Pertama Luka Tertutup
Jika memar yang disebabkan cedera ringan biasanya akan menghilang dalam 2-4 minggu. Ada beberapa pertolongan pertama untuk mempercepat pemulihan luka memar yang bisa dilakukan di rumah, diantaranya :
- Istirahatkan bagian yang cedera.
- Gunakan kompres dingin (ice).
- Berikan tekanan ringan.
- Posisikan Area Cedera Lebih Tinggi (Elevation).
- Hindari Pijat pada Luka Tertutup dalam 48 Jam Pertama.
Jika luka tidak kunjung membaik setelah 2-3 minggu, segera hubungi dokter atau lakukanlah pelayanan kesehatan di rumah.