shape

Buat Generasi Berikutnya Kebal dari Penyakit Pasca Kelahiran

13 August 2021

Posted by : Admin

Facebook Share Whatsapp Share Twitter Share Telegram Share

Buat Generasi Berikutnya Kebal dari Penyakit Pasca Kelahiran

Photo by Sharon McCutcheon on Unsplash

Kesehatan anak adalah prioritas bagi orangtua. Vaksinasi merupakan salah satu cara melindungi anak dari pelbagai penyakit. Jangan percaya isu-isu palsu tentang vaksin yang beredar di masyarakat. Yang vital diperhatikan adalah siapa pemberinya, bukan apa isinya. Instansi kesehatan seperti posyandu dan puskesmas sekitar telah dikerahkan pemerintah mengikuti tujuan negara dalam menyehatkan warganya, terutama anak-anak. Jadi, kegiatan vaksinasi untuk anak itu terjamin di bawah payung hukum. Undang-undang yang membahas hal tersebut tertulis pada Peraturan Menkes RI no.12 tahun 2017 dan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 23 tahun 2022.

Baca Juga Buat Generasi Berikutnya Kebal dari Penyakit Selama Kehamilan

Pada artikel sebelumnya telah dibahas pentingnya vaksinasi dan mengapa hal tersebut vital bagi keselamatan bayi. Bahkan vaksinasi pada ibu hamil saja dianjurkan oleh dokter anak demi perlindungan calon buah hati. Meski begitu, tidak semua vaksin dapat dilakukan selama masih dalam kandungan. 95% vaksin dasar harus diinjeksi langsung ke tubuh bayi di rentang usia tertentu. Dengan demikian, pengelompokkan vaksin dasar yang akan diberikan pada bayi disusun berdasarkan usianya rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) seperti di bawah ini.

  1. Pasca kelahiran: vaksin hepatitis B dosis 1, polio dosis 0, dan BCG.

Vaksin hepatitis B dosis pertama telah dijelaskan detail pada artikel edisi 1. Vaksin polio adalah vaksin untuk perlindungan dari kelumpuhan kaki akibat poliomyelitis, sedangkan BCG adalah vaksin untuk perlindungan terhadap bakteri penyebab tuberkolosis. Lakukanlah dua vaksinasi untuk bayi Anda yang baru lahir sebelum usianya 1 bulan (disarankan di usia 1 minggu).

  1. Usia 1-2 bulan: vaksin hepatitis B dosis 2, polio dosis 0-1, DTP dosis 1, HiB dosis 1, PCV dosis 1, dan rotavirus dosis 1.

Vaksin DTP atau Dtap adalah vaksin untuk perlindungan terhadap difteri, tetanus, dan batuk rejan. Pentingnya vaksin DTP karena menurut data CDC, tiga penyakit ini fatal bagi nyawa bayi karena menyerang saluran pernafasan. Vaksin HiB adalah vaksin untuk perlindungan terhadap influenza B. Anak-anak yang terjangkit influenza B berkepanjangan bisa berujung pada pneumoniae, dan data kematian anak akibat pneumoniae masih sangat tinggi di seluruh dunia. Vaksin PCV adalah vaksin perlindungan terhadap pneumoniae. Bedanya vaksin PCV dan HiB yakni perbedaan target mikoorganisme penyebabnya. Lalu terakhir vaksin rotavirus, vaksin yang memberikan perlindungan terhadap virus penyebab diare.

  1. Usia 3 bulan: vaksin hepatitis B dosis 3, polio dosis 2, DTP dosis 2, dan HiB dosis 2.
  2. Usia 4 bulan: vaksin hepatitis B dosis 4, polio dosis 3, DTP dosis 3, HiB dosis 3, PCV dosis 2, dan rotavirus dosis 2.
  3. Usia 6 bulan: PCV dosis 3, rotavirus dosis 3, dan influenza dosis 1.

Vaksin influenza berbeda dengan vaksin HiB. Meskipun berbau ‘flu’ tetapi HiB melindungi infeksi bakteri Haemophilus influenza B yang jauh lebih berat daripada oleh virus influenza.

  1. Usia 9 bulan: MMR dosis 1 dan JE dosis 1.

Vaksin MMR adalah vaksin yang memberikan perlindungan terhadap penyakit campak, sementara vaksin Japanese enchephalitis (JE) adalah perlindungan terhadap radang otak.

  1. Usia 12 bulan: vaksin varicella dan hepatitis A.

Vaksin varicella memberikan perlindungan terhadap Varicella zoster penyebab cacar. Vaksin hepatitis A memberikan perlindungan terhadap hepatitis A yang berbeda dengan hepatitis B. Penularan virus hepatitis A lebih kepada gaya hidup tidak sehat seperti makan makanan yang tercemar.

  1. Usia 24 bulan: vaksin tifoid dosis 1.

Vaksin tifoid memberikan perlindungan terhadap penyakit tifoid yang dikenal masyarakat dengan ‘tipes’.

Bila mengacu kepada kartu vaksin dari IDAI, vaksin dasar adalah yang berwarna biru. Warna merah menandai vaksin untuk booster.

Apabila Sobat Salam ingin berkonsultasi terkait Kesehatan Selama Kehamilan dan Pasca Melahirkan, anda dapat menghubungi kami.

Sumber: hukor.kemenkes.go.id. || Peraturan Menkes RI No. 12 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi || sehatnegeriku.kemenkes.go.id || Undang-Undang Republik Indonesia No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak || awalbros.com, diakses Mei 2021 || cdc.gov || who.int || hellosehat.com || idai.or.id || sehatq.com

shape
shape