shape

Infeksi Saluran Pernapasan Bawah. Apakah Berbahaya?

28 September 2021

Posted by : Admin

Facebook Share Whatsapp Share Twitter Share Telegram Share

Infeksi Saluran Pernapasan Bawah. Apakah Berbahaya?

Sumber : sehatq.com

Sobat Salam, Infeksi merupakan hal yang bisa menyerang bagian tubuh manapun termasuk saluran pernapasan. Infeksi tersebut dibagi menjadi dua yaitu saluran napas atas dan saluran napas bawah. Tahukan kalian, bahwa infeksi saluran pernapasan bawah termasuk penyakit yang berbahaya?

Kita harus mengetahui dulu, apa itu infeksi pernapasan bawah. Nah, Infeksi saluran pernapasan bawah (ISPB) adalah infeksi paru yang mengenai daerah trakea, bronkus, bronkiolus, dan alveolus. Secara umum, yang termasuk ke dalam ISPB adalah penyakit pneumonia, bronkiolitis, bronkitis akut. Pada beberapa literatur tuberkulosis paru dan fibrosis kistik paru juga dimasukkan ke dalam ISPB. Pengelompokkan ISPB tersebut lebih bertujuan untuk kepentingan data epidemiologi.

Infeksi saluran pernapasan adalah tiga penyebab utama kematian dan kecacatan pada anak-anak dan orang dewasa.

Faktor risiko seperti merokok, imobilitas, dan penderita penyakit kronis dapat meningkatkan angka mortalitas akibat ISPB.

Penyebab ISPB antara lain adalah infeksi virus (misalnya respiratory syncytial virus, virus influenza, virus parainfluenza, adenovirus) dan bakteri (misalnya streptococcus pneumoniae, Haemophillus influenza, Pneumococcus sp., Mycoplasma pneumoniae, Legionella sp).

Baca Juga Bukan Sekadar Pilek, Influenza Ada Banyak Macamnya

   1.   Bronkiektasis sebagai infeksi saluran pernapasan bawah

Bronkiektasis terjadi ketika saluran udara di paru-paru rusak, melebar, dan menebal secara permanen sehingga bakteri dan lendir menumpuk, lalu menyatu di paru-paru yang menyebabkan terjadinya penyumbatan dan infeksi saluran udara.

Bronkiektasis dapat disebabkan oleh kondisi genetik, di mana lendir diproduksi secara tidak normal, dan juga bisa diakibatkan oleh hal-hal seperti :

    • Penyakit autoimun
    • Irritable bowel syndrome (IBS)
    • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
    • Sistem kekebalan tubuh yang tidak berfungsi dengan normal
    • Aspergillosis
    • Infeksi paru-paru, sepertu TBC atau pertusis

Berikut ini berbagai gejala dari bronkiektasis sebagai salah satu infeksi saluran pernapasan bawah :

    • Batuk kronis harian
    • Batuk berdahak dengan jumlah yang banyak setiap hari
    • Batuk berdarah
    • Mengi ketika bernapas
    • Nyeri dada
    • Sesak napas
    • Kelelahan
    • Berat badan turun
    • Perubahan dalam struktur kuku

Gejala-gejala tersebut bisa berlangsung selama berbulan-bulan bahkan menahun.

Sumber : sehatq.com

   2.   Bronkitis

Penyakit ini terjadi ketika saluran udara paru membengkak dan menghasilkan lendir. Jenis bronkitis yang biasa terjadi adalah bronkitis akut. Biasanya bronkitis akut ditandai dengan beberapa gejala, yaitu batuk dengan dan tanpa lendir, sakit dada, fatigue (mudah kelelahan), sakit kepala ringan, tubuh terasa ringan, mata berair dan sakit tenggorokan. Biasanya gejala tersebut berlangsung kurang dari tiga minggu.

   3.   Bronkiolitis

Merupakan infeksi sel epitel bronkial dan bronkiolus dengan peradangan dan edema yang mengakibatkan obstruksi jalan napas (tersumbatnya jalan napas). Gejala dari penyakit ini dapat berupa batuk, mengi, takipnea, dan gangguan pernapasan.

   4.   Pneumonia

Merupakan infeksi pernapasan akut yang menyerang paru-paru. Ketika terjadi pneumonia, alveoli pada tubuh dipenuhi dengan nanah dan cairan yang membuat pernapasan terasa menyakitkan dan membatasi asupan oksigen. Pneumonia disebabkan oleh beberapa bakteri dan virus, yaitu bakteri Streptococcus pneumoniae (penyebab paling sering pada pneumonia anak), bakteri Haemophillus influenza tipe b (Hib), virus syncytial pernapasan (penyebab pneumonia akibat virus yang paling sering), dan Pneumocystis jiroveci.

   5.   TBC

Tuberkulosis atau TBC adalah infeksi menular yang biasanya menyerang paru-paru. Bakteri yang menyebabkan TBC menyebar dari satu orang ke orang lain melalui batuk atau bersin. Meskipun menular, namun penularan TBC tidak terjadi begitu saja karena sistem kekebalan tubuh akan melakukan perlawanan. Terdapat dua jenis TBC, yaitu TBC tidak aktif yang tidak menimbulkan gejala dan TBC aktif yang menimbulkan gejala.

Gejala yang akan sobat rasakan, yaitu batuk selama berminggu-minggu, batuk berdarah, nyeri dada, berkeringat di malam hari, demam, kelelahan, dan turun berat badan, TBC juga dapat memengaruhi bagian tubuh yang lain, seperti tulang, ginjal, dan otak.

Sementara, penderita infeksi saluran pernapasan atas merasakan gejala di atas leher, seperti sakit tenggorokan, sakit kepala, dan bersin.

Baca Juga Pentingkah Susu untuk Orang Dewasa?

Penting sekali sobat menjaga kesehatan saluran pernapasan agar terhindar dari infeksi yang mengancam kesehatan kalian. Terutama di saat pandemi seperti ini, perhatikan asupan makanan dan minuman untuk sobat semua.

Sumber : lifepack.id || alomedika.com || sehatq.com

shape
shape