shape

Waspada! Lonjakan Kasus Covid-19 di Eropa Jadi Alarm Buat Indonesia

18 November 2021

Posted by : Admin

Facebook Share Whatsapp Share Twitter Share Telegram Share

Waspada! Lonjakan Kasus Covid-19 di Eropa Jadi Alarm Buat Indonesia

Source from kompas.com

Sobat Salam, tau, ga, kalo sejumlah negara Eropa lagi ngadepin ancaman gelombang baru virus corona? Kayaknya kita harus waspada.

Jerman misalnya, ada kenaikan lebih dari 50.000 kasus baru dalam sehari. Hal serupa juga kejadian di Belanda yang nyatet sejumlah daerahnya lagi ngalamin lonjakan kasus secara signifikan.

Belanda bahkan mutusin buat kembali ke penguncian parsial selama tiga minggu sejak Sabtu (13/11/2021).

“Pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk selalu berdisiplin dalam menerapkan prokes. Terlebih, kenaikan kasus mulai terjadi di beberapa daerah,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate dalam keterangannya, Selasa (16/11/2021)

Secara keseluruhan, virus corona baru menurun di sebagian besar dunia, tapi naik 7 persen di Eropa dan 3 persen di Afrika.

Epidemiolog Griffith University Australia Dicky Budiman bilang, ada tiga kombinasi maut kemunculan gelombang baru pandemi Covid-19.

Pelonggaran mobilitas dan interaksi yang ga terkendali merupakan kombinasi pertama. Hal ini diperparah dengan adanya pergerakan melibatkan mayoritas masyarakat yang ga punya imunitas. Dalam hal ini, masyarakat yang ga punya imunitas adalah mereka yang belum divaksin Covid-19.

Baca Juga Kenalan, Yuk! Paxlovid, Obat Buatan Pfizer Diklaim Ampuh Buat Covid-19

Waspada! Lonjakan Kasus Covid-19 di Eropa Jadi Alarm Buat Indonesia

Source from kompas.com

Selanjutnya, adanya varian Delta yang punya kemampuan dalam menginfeksi, masih jadi ancaman besar buat semua negara.

“Jangankan 40 persen Indonesia belum divaksin, penduduk Singapura yang 18 persennya belum divaksin penuh saja sudah menjadi bahan bakar yang lebih dari cukup untuk membuat ledakan kasus Covid-19,” kata Dicky pada Kompas.com, Senin (15/11/2021).

Beberapa kabupaten/kota di Jawa-Bali mulai ngalamin peningkatan kasus dan perawatan mingguan. Khusus wilayah Jawa-Bali ada 29 persen kabupaten/kota yang ngalamin peningkatan kasus dibandingin pekan lalu.

Terus, 34 persen kabupaten/kota yang ngalamin peningkatan orang yang dirawat dibandingin minggu lalu.

“Kita harus berdisiplin menerapkan protokol kesehatan dan mematuhi segala aturan yang ditetapkan oleh pemerintah demi mencegah lonjakan kasus seperti sebelumnya terjadi lagi di Indonesia. Dengan kerja keras dan kerjasama, kita pasti bisa!” tegas Menkominfo.

Antisipasi yang bisa dilakuin pemerintah, misalnya bisa ngebatasin aktivitas masyarakat dengan cara cuman ngijinin mereka yang udah divaksin penuh dan nunjukkin hasil tes negatif Covid-19.

Baca Juga Apa Itu Varian Virus Corona AY.4.2 “Delta Plus”? Harus Waspadakah?

Waspada! Lonjakan Kasus Covid-19 di Eropa Jadi Alarm Buat Indonesia

Source from kompas.com

Dicky juga nyaranin pemerintah memperketat kriteria masyarakat yang bakal bepergian keluar kota.

“Kemudian juga sangat disarankan aktivitasnya di kota rayanya. Kalaupun keluar kota, ya betulan yang memenuhi syarat, kriteria orang yang pergi juga jangan lansia atau punya komorbid,” jelasnya.

Karena pandemi ini belum berakhir, masyarakat diharapkan ga abai dan tetep taat protokol kesehatan.

Menurutnya, pemerintah juga harus bisa ngasih opsi solutif terkait penghapusan libur panjang Natal dan tahun Baru.

“Karena tidak bisa dipungkiri, masyarakat juga pengen liburan. Nah, liburan yang aman bagaimana, itu yang harus dipikirin,” ujar dia.

“Dalam artian misalnya di satu wilayah dibikin satu daftar mana lokasi yang outdoor dan aman, mana juga yang rawan. Ini untuk memberi literasi pada publik,” sambung dia.

Selain itu, upaya 3T (testing, tracing, treatment), 5M, dan vaksinasi harus tetep ditingkatin.

Dicky ngingetin, Indonesia harus belajar dari negara-negara yang terlalu cepat ngelakuin pelonggaran, sehingga muncul ledakan kasus Covid-19.

“Kita harus belajar dari Singapura, terlalu cepat melakukan pelonggaran, ya meledak. Yang rugi ya kita semua. Kita sudah menikmati perbaikan-perbaikan ini, tapi jangan sampai kita kembali (kasus Covid-19 tinggi) karena kita yang abai,” tutup Dicky.

Sumber : kompas.com / tribunnews.com

shape
shape