Bahayakah Kelebihan Protein? Ini Masalahnya!
24 October 2024
Posted by : Admin

Konsumsi Protein untuk Kesehatan Tubuh
Sobat Salam, protein adalah salah satu nutrisi penting bagi tubuh. Banyak sekali manfaat yang didapatkan jika mengonsumsi protein dalam jumlah yang wajar. Tapi, kalau kelebihan protein bagaimana, ya?
Dikutip dari Healthline, protein mempunyai manfaat bagi tubuh, seperti membantu untuk membangun dan memperbaiki otot, organ, dan tulang.
Diet tinggi protein juga sudah terbukti membantu mengurangi lemak, menurunkan berat badan, meningkatkan rasa kenyang, dan memelihara otot.
Konsumsi Protein yang Direkomendasikan
Dikutip juga dari Kementerian Kesehatan, orang dewasa yang tidak begitu aktif disarankan untuk memakan sekitar 0,75 gram protein per hari untuk setiap 1 kg berat badannya.
Rata-rata konsumsi protein yang direkomendasikan untuk laki-laki 55 gram dan perempuan 45 gram tiap hari. Itu hanya sekitar dua genggaman daging, ikan, tahu, atau kacang-kacangan.
Dari sebuah studi 2016 melalui Medical News Today, merekomendasikan makan protein sebagai berikut :
- 1,0 gram protein per kg berat badan dengan tingkat aktivitas minimal
- 1,3 gram protein per kg berat badan dengan tingkat aktivitas sedang
- 1,6 gram protein per kg berat badan dengan tingkat aktivitas yang intens
Orang yang sedang hamil atau menyusui perlu makan lebih banyak protein daripada orang lain. Bahkan dari studi 2016 menyimpulkan bahwa orang dewasa yang lebih tua harus makan lebih banyak protein.
Risiko Kelebihan Protein pada Tubuh
Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi protein lebih dari 2 gram per kg berat badan setiap hari dalam waktu lama akan menyebabkan masalah kesehatan.
Jadi, apa saja risiko kelebihan protein terutama kalau dikonsumsi jangka panjang?
1. Bau Mulut
Risiko kelebihan protein bisa menyebabkan bau mulut, terutama saat tubuh membatasi asupan karbohidrat. Menyikat dan membersihkan gigi tidak akan menghilangkan bau mulut itu.
Tapi, ada hal yang bisa sobat lakukan, seperti minum banyak air putih, menyikat gigi lebih sering, atau mengunyah permen karet.
2. Penambahan Berat Badan
Asupan protein yang terlalu tinggi biasanya disimpan sebagai lemak, sedangkan kelebihan asam amino dikeluarkan.
Hal itulah yang menyebabkan kenaikan berat badan, terutama kalau seseorang mengkonsumsi terlalu banyak kalori saat mencoba meningkatkan asupan protein.
3. Sembelit
Mengutip Healthline, diet tinggi protein yang membatasi karbohidrat biasanya rendah serat. Meningkatkan asupan air dan serat bisa membantu mencegah sembelit.
4. Diare
Mengutip dari Healthline, makan terlalu banyak susu atau makanan olahan, ditambah dengan kekurangan serat, bisa menyebabkan diare.
Diare parah terjadi kalau tubuh tidak toleran laktosa atau mengkonsumsi sumber protein, seperti daging goreng, ikan, dan unggas.
5. Dehidrasi
Mengutip Healthline, tubuh yang kelebihan protein akan mengeluarkan lebih banyak nitrogen dengan cairan dan air.
Sebuah studi kecil 2002 yang melibatkan atlet menemukan bahwa saat asupan protein meningkat, tingkat hidrasi menurun. Namun, sebuah penelitian 2006 menyimpulkan bahwa mengonsumsi lebih banyak protein mempunyai dampak minimal ada hidrasi.
6. Kerusakan Ginjal
Mengutip Healthline, tidak ada studi utama yang memberikan hubungan asupan protein tinggi dengan kerusakan ginjal pada individu yang sehat. Namun, seseorang yang mempunyai penyakit ginjal sebelumnya bisa mengalami kerusakan ginjal, kalau tubuhnya kelebihan protein.
7. Peningkatan Risiko Kanker
Mengutip Healthline, sebuah studi sudah menunjukkan bahwa diet tinggi protein berbasis daging merah terkait dengan peningkatan risiko berbagai masalah kesehatan, seperti kanker.
8. Penyakit Jantung
Menurut penelitian tahun 2010, makan daging merah dan produk susu tinggi lemak dalam jumlah yang besar terbukti meningkatkan risiko penyakit jantung koroner pada perempuan.
Dalam sebuah penelitian European Heart Journal menunjukkan bahwa konsumsi daging merah dalam jangka panjang bisa meningkatkan trimethylamine N-oxide (TMAO).
Sebelum berlanjut ke pembahasan berikutnya, vitamin menjadi salah satu zat yang sangat penting bagi tubuh selain protein.
Anda bisa memastikan asupan vitamin di dalam tubuh tetap terjaga, salah satunya dengan infus booster vitamin Salam-Homecare.
Jadi langsung saja yuk cek layanannya!
Ciri-ciri Kelebihan Asupan Protein
Jika seseorang mengalami kelebihan asupan protein ternyata dapat terlihat dengan beberapa ciri-cirinya. Lantas apa sajakah itu, berikut beberapa diantaranya.
- Kelelahan terus menerus : Ginjal dan hati bekerja lebih keras untuk memproses protein, sehingga dapat menyebabkan kelelahan kronis.
- Peningkatan berat badan : Kalori tambahan dari protein yang tidak terpakai dapat disimpan sebagai lemak dalam tubuh.
- Masalah Ginjal : Protein berlebih dapat membebani ginjal, meningkatkan risiko kerusakan fungsi ginjal.
- Gangguan pencernaan : Terlalu banyak protein dapat menyebabkan sembelit atau gangguan pencernaan lainnya.
- Mood mudah terganggu : Anak-anak atau orang dewasa yang mengalami kelebihan protein kadang menjadi mudah marah atau kurang sabar
Cara Mencegah Kelebihan Protein
Tapi Anda tak perlu khawatir, sebab ada beberapa langkah ataupun cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kelebihan protein. Berikut ini adalah beberapa diantaranya.
Konsultasi dengan Ahli Gizi
Pertama adalah melakukan konsultasi dengan ahli gizi. Anda bisa menentukan kebutuhan protein sesuai usia, berat badan, dan aktivitas.
Perhatikan Sumber Protein
Kemudian Anda perlu memperhatikan sumber protein yang dikonsumsi. Pilih protein dari sumber yang seimbang, seperti tumbuhan, untuk mencegah risiko jangka panjang.
Itulah informasi seputar dampak kelebihan protein, ciri-ciri dan gejalanya. Selain kelebihan, kekurangan protein juga bisa berefek yang negatif terhadap tubuh.
Pastikan konsumsi protein dengan tepat demi kondisi kesehatan tubuh yang lebih baik.
Baca Juga :